[oleh-oleh] Dokumentasi Perjalanan selama mengikuti pelatihan kepenulisan dan Launching Buku [1]  

Posted by Unknown in


Alhamdulillah, akhirnya pelatihan kepenulisan dan launching buku “Menulis itu Asyik loh” karya Akh Radinal Harahap yang direncanakan seminggu sebelumnya telah usai sudah. Diawali dengan niatan suci dari dalam hati dan kegigihan dari para rekan kerja serta pihak yang membantu dari berbagai lembaga yang ada, untuk mewujudkan generasi bangsa yang cinta akan dunia baca dan tulis. Saya bersama rekan panitia yang berkecimpung didalamnya sangat mensyukuri atas segala kemudahan yang datang, dan tanpa disadari itu membuat saya begitu menikmati suasana serta pengalaman yang saya dapat sepekan mengemban kepanitian ini. Walaupun masih terdapat banyak kekurangan disana-sini yang belum sempat kami tunaikan, namun cukup menjadi pelajaran bagi kami khususnya untuk mengadakan acara-acara seperti ini kedepannya agar tidak terulangi kesalahan yang sama.

Diawali dengan merencanakan penggalangan dana untuk acara ini. Saya beserta rekan kerja berpikir keras bagaimana caranya mencari jalan keluar agar dapat memperlancar jalannya acara yang akan diadakan. Pastinya setiap acara apapun itu, dana menjadi bahasan pokok bagi kepanitaan yang menginginkan acaranya sukses. Karena tanpa dana mustahil dan sulit dipastikan sebuah acara akan langgeng dan berjalan dengan lancar. Begitu juga acara kami ini, sulit diprediksi bahwa ini akan mudah untuk dilaksanakan. Karena mulanya acara ini adalah inisiatif individual kami saat menjadi santri kelas
akhir dipesantren dan baru terealisasikan sekarang ini. Komentar serta usulan yang datang memotivasi saya dan juga beberapa teman saya yang hobi dalam dunia tulis menulis untuk segera membuat suatu komunitas menulis khususnya di kota Medan. Sebuah komunitas menulis yang beranggotakan santri maupun siapa saja yang ingin berkecimpung didalamnya dengan berniatkan satu hati satu tujuan mencerdaskan anak bangsa dengan membaca dan menulis bernafaskan kesantrian. Karena dimedan sendiri khususnya masih jauh dibandingkan dengan kota-kota dijawa yang kini lagi berlomba mendirikan sebanyak-banyaknya komunitas baca dan tulis. Paling tidak ada satu dua lembaga atau komunitas saja yang tampak aktif dan produktif menyikapi dunia tulis menulis diMedan seperti Lembaga Baca Tulis(eLBeTe), FLP Sumut, dll.

Akhirnya munculah komunitas baru kami ini Komunitas Penulis Santri Medan (KOPS Medan) yang mudah-mudahan dapat memberikan solusi untuk kemajuan dunia tulis menulis khususnya dikota Medan.

Sebelumnya saya dan kedua teman saya Fauzan Ar-Rasyid dan Wilda Netriza berdiskusi kecil-kecilan dikantor untuk membicarakan dana yang dianggarkan. Salah satunya untuk mendatangkan seorang trainer motivasi menulis yang tidak asing bagi kami, karena ia adalah abangan kami sendiri Radinal Mukhtar Harahap yang kiranya dapat membantu serta membimbing kami mewujudkan komunitas baru ini. Karena tidak mudah mendatangkan seorang trainer motivasi untuk sekarang ini disebabkan besarnya biaya yang dikeluarkan.

Alhamdulillah, setelah bersusah payah. Mondar-mandir kerumah teman-teman satu angkatan, hanya untuk menggalangkan dana untuk acara ini. Walhasil dana yang terkumpul roadshow kerumah teman-teman belum mencapai target. Rasa khawatir datang seketika, karena undangan telah disebarkan kesekolah-sekolah juga ke lembaga-lembaga swadaya lainnya. Teman saya Fauzan yang berkeinginan keras tak mahu menyerah begitu saja. Walaupun beberapa kali ditolak mentah-mentah oleh satu dua sekolah yang tidak respon akan diadakannya acara ini dengan alasan tidak kondusif dan efisien untuk anak didik mereka. Namun itu tak mengecilkan semangat kami untuk terus melanjutkan acara ini. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mencari dukungan pesantren sendiri menyikapi apa yang sedang kami geluti ini. Saya konsultasikan hal ini kepada teman saya Azis yang kebetulan salah satu staff Penilitian Bakat santri (LITBANG) dima'had. Ia merespon hal ini, namun belum cukup berani untuk menganggarkan dana yang kami butuhkan. Iapun menganjurkan agar mengonsultasikan hal ini ke Kabid Litbang yaitu Ust.Wahid Sulaiman. Dan ketika hal itu kami lakukan, alhamdulillah beliau merespon positif acara kami ini dan siap membantu semampunya. Namun ia berharap agar kami berusaha banyak dahulu untuk menganggarkan dana yang dibutuhkan, salah satunya mengonsultasikan hal ini kepada Pimpinan Pesantren yang selama ini dikenal aktif dalam membantu setiap acara keilmuan.

Tak putus asa kami laksanakan satu persatu prosedur yang berlaku. Sampai pada suatu kesempatan, saya bersama beberapa teman saya dipertemukan dengan Bapak Pimpinan pada acara bedah buku ditoko buku Wali Songo. singkatnya, setelah acara usai kami berusaha memberikan pemahaman dan maksud kegiatan kami ini kepada bapak pimpinan. Dan sangat disyukuri, beliau juga merespon positif kegiatan ini. Beliau siap membantu pendanaan yang dibutuhkan. Yang membuat saya terkesima, beliau menyumbangkan dana dari sebagian tabungannya yang tidak diambil dipesantren. Dengan syarat, harus diadakan juga kegiatan ini ditoko wali songo tersebut karena beliau bertugas didalamnya. Sungguh tidak diduga akhirnya banyak dukungan yang masuk dan menambah semangat kami untuk bisa berbuat lebih .
 

PELATIHAN KEPENULISAN DI MAN 1

Sesuai jadwal yang ditetapkan, akhirnya dimulailah acara kami ini tepatnya hari sabtu tanggal 20 februari yang lalu yang diadakan di Aula Man 1 dan pesertanya terdiri dari 3 sekolah, yaitu MAN 1, MAN 2 dan Al-Ulum.  Saya kurang tahu pasti bagaimana awal mula acara dibuka, karena saya mengikutinya pertengahan acara. Namun dilihat dari antusias peserta yang datang, saya meyakini acara ini akan berjalan sukses. Jumlah peserta yang datang sekitar dua puluhan orang terdiri dari 4 laki-laki dan selebihnya perempuan. Yang didominasi oleh kelas I dan kelas II aliyah.

Pembukaan diawali dengan sambutan dari bapak kepala sekolah dan seterusnya dilanjutkan dengan   materi yang akan disampaikan oleh Akh.Radinal Mukhtar mengenai motivasi dalam menulis. Materi pertama yang diberikan adalah mengenal potensi diri yang singkatnya kita dianjurkan percaya akan potensi yang dimiliki bersama dengan berazaskan pada suatu ayat Al-Qur’an “Laqod Khalaqnal Insana fii Ahsani TaqwimTelah kami ciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan Al-Alaq ayat 7. Dan juga mengambil sebagian uacapan dari beberapa tokoh sukses lainnya seperti Sang Novelis Harry Potter J.K Rowling, William Forester, Bambang Trims, Hernowo, Jamil Azzaini dll.

Untuk menambah kesan pertama, akh Radinal banyak memberikan permainan juga kuis-kuis yang membangun. Agar tidak terkesan formal, juga merasa enjoy selama sesi berlangsung. Ia pernah berbicara kepada saya, bahwa ia sering mengikuti pelatihan-pelatihan semacam ini yang kebanyakan membuat peserta merasa jenuh karena pemateri sesuka hati menyampaikan tanpa lebih memfokuskan situasi dan kondisi peserta. Inilah yang membuat inovasi baru bagi beliau untuk menjadikan acara pelatihan-pelatihan seperti ini menjadi lebih menarik dengan menyelipkan humor juga permainan-permainan yang membangun.
Alhamdulillah, untuk acara diMAN 1 ini berlangsung sukses walaupun konsumsi yang disediakan terbilang minim, karena bergantung kepada panitia lokal tanpa dibantu oleh panitia setempat.
 

PELATIHAN KEPENULISAN DIPERPUSTAKAAN DAERAH MEDAN
 

Sungguh kesyukuran yang tidak diduga dapat mengadakan pelatihan kepenulisan di Perpustakaan Daerah Medan. Karena ini merupakan tempat sakral dan diminati banyak orang, khususnya para pecandu membaca dan pencari informasi dari buku-buku daerah. Sebelumnya saya menganggap mustahil untuk dapat menggunakan tempat ini untuk acara kami yang insyaAllah akan dihadiri oleh guru-guru sekota Medan. Tapi ternyata persepsi saya itu meleset, teman saya Fauzan telah meloby dahulu tempat tersebut yang sebelumya mendapatkan konfirmasi dari kepala Perpustakaan. Salut saya untuk perannya yang tak dapat diragukan itu, dapat menjadi Event Organiser yang bisa diandalkan. Bahkan untuk acara kami itu kami tidak dibebani dana penyewaan.” Alhamdulillah, lepas satu beban”Ujar saya saat itu.
 

Untuk pelatihan kali ini, sebenarnya kami bekerja sama dengan Lembaga Baca Tulis (eLBeTe) Sumut, dan itu juga atas kesepakatan bersama sebelumnya. Untuk sesi pertama dari Akh Radinal yang lebih menekankan kepada motivasi menulis, dan untuk materi selanjutnya dari Redaktur Koran Analisa Pak Ali Murtadho yang bertemakan bagaimana mempubikasikan tulisan diberbagai media. Namun untuk sesi yang kedua, tak sempat Pak Ali memberikan materi karena ada tugas lain yang mendadak ketika itu dan pada akhirnya diwakili oleh Akh Rahmat Hidayat Lc. Yang juga merupakan salah satu staff yang bekerja diKoran Analisa.

Tertib acara berjalan dengan lancar, kecuali ketika pembagian minuman yang ketika itu lupa disertakan pipet untuk meminumnya. Spontan saya kejar kekurangan itu dengan segera turun dari apartemen dan menacari kedai terdekat untuk membeli pipet. Untuk pertama kali saya mendapati penjual Es kelapa yang berlokasikan didepan halaman perpustakaan. Saya hampiri dan saya jelaskan maksud saya untuk membeli pipet sedotan yang biasa digunakan para pembeli ketika meminumnya. Dengan senyum simpul nenek itu menjelaskan bahwa persediaan pipet sedotannya juga kurang, tak cukup untuk kadar pipet yang saya butuhkan. Namun ia sempat memberi tahu saya untuk membelinya dikedai terdekat yang terletak diseberang jalan.

Tak ingin membuang waktu saya langkahkan kaki segera menuju ketempat itu. Akhirnya 4 bungkus plastik pipet sedotan yang berisikan 20 pipet setiap bungkus, saya letakkan dikantong celana. Saat melewati jalan menuju perpustakaan, sekilas saya lirik nenek yang telah memberitahukan saya kedai tersebut. Ia tersenyum simpul, lantas saya sambut senyum itu dengan anggukan kepala seraya berterima kasih atas informasinya tersebut.

Sesampai ditempat acara. Betapa terkejutnya saya ternyata minuman tanpa pipet yang dibeli tadi telah dibagikan kepada para hadirin. Sejenak saya merasa bersalah akan hal tersebut, karena terlalu lama membelikan pipet untuk minumannya. Mungkin saja mereka sudah kehausan sehingga tidak lagi membutuhkan sedotan untuk meminumnya. Astaghfirullah, hati saya seketika merasa paling bersalah atas insiden yang terjadi. Sudahlah, jangan sampai perasaan bersalah semakin membuatku terpuruk dalam pola pikir yang melemahkan. Akhirnya saya hibur diri ini dengan menjadi fotografer selama acara berlangsung.

Cukup menarik, ternyata akh Radinal terlihat komunikatif dalam menyampaikan materinya itu. Itu terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan dari para guru kepada narasumber. Namun dapat dijawab dengan sesederhana mungkin tanpa lari dari pertanyaan. Ditambah dengan penyampaian dari Akh Rahmat yang juga menyampaikan sedikiti komentar beliau selama ini mengenai tulis-menulis berdasarkan pengalamannya sendiri. Dan itu terdengar sangat menarik dan lebih mengena, karena terkadang pengalaman itulah yang membuat penyampaian lebih santai dan mengasyikkan.

Akhirnya acarapun selesai sudah. Dan dilanjutkan dengan berfoto bersama untuk didokumentasikan. Ketika hendak menyusun formasi berfoto, ada beberapa ibu-ibu yang berceloteh sedikit mengenai pelatihan ini. Mereka menyarankan agar kami sering-sering mengadakan acara seperti ini,” tak hanya pada orang tua saja namun juga kepada anak didik kami. Karena ini lebih cocok lagi untuk generasi muda, bukan untuk kami kami ini yang sudah beranjak tua” komentar  salah seorang ibu sehabis berfoto. Saya hanya tersenyum mendengarkan hal tersebut, itu menandakan ini adalah respon positif dari mereka. Semoga dapat lebih berkembang.....lagi nih...!!!

[Duh sayangnya, gak sempat berfoto deh. Jadi fotografer memang harus bisa berjiwa besar nih.Hiks....!!!]

Bersambung....!!!! ( Episode 1)


Mohon Komentar dan koreksian teman-teman untuk tulisan saya ini..thanks!

This entry was posted on Minggu, 28 Februari 2010 at 18.39 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 komentar

Posting Komentar