Ratapan Malam Sang Pengembara Ilmu  

Posted by Unknown in


Malam ini keheningan kembali menyapaku, dingin udara jam 03.00 seakan menyambut pagi esok. Entah mengapa ku merasa terjaga hingga saat ini, tak merasakan sedikitpun rasa kantuk seperti biasanya. Mungkin ini dikarenakan tidurku selama kurang lebih satu jam sebelumnya, dan akhirnya terjaga. Namun ku merasa malamku kini telah hilang dengan segala pengaduan, tak seperti malam malam ketika santri dahulu. kini ku habiskan hanya membuang sebagian besar waktu dengan pekerjaan yang kutak tahu ntah bermanfaat atau sebaliknya hanya sia sia belaka.
Sejenak ku merenung, apakah yang telah kuberikan untuk duniaku? dan apa pula yang telah kubekalkan untuk akhiratku. Kemanakah waktu yang kosong diperguanakan, untuk apakah potensi yang kumiliki kumanfaatkan baik bagi diri ataupun untuk orang lain. sejauh manakah langkahku menggapai ridhonya, sebesar apakah perjuanganku untuk menegakkan kalimatillah. begitu naifnya diri saat ini....
Sebagian waktuku telah terbuang, separuh imanku telah ku korbankan, setangkai tulang sendi perjuangan telah ku patahkan. Patutkah ku masih dapat menerima ampunanMu  Ya Rabb, manakala hati ini selalu ku ingkari dan khianati. Patutkah air mata ini kuteteskan, manakala pandangan selalu melirik kepada hal-hal yang Engkau haramkan. Patutkah ku mengeluh meminta segala rahmah dan anugrah sedangkan aku terus menjauhiMu dan membelakangi-Mu.
Tak tahu kemanakah pena ini harus kuhentikan, sampai manakah tinta ini kutuliskan, serasa segala penyesalan atas segala dosa yang ku torehkan lebih banyak dari sebuah upaya menuju ridhoMu. aku takut apa yang kutuliskan tak sesuai dengan apa yang kuamalkan, aku takut kata-kata manis mendominasi dan melebihi tindakan nyata. 
Masihkah Kau menerimaku Ya Rabb..., 
Masihkah Kau menjadi sahabatku Ya Rabb....
Ku percaya dan yakini Kau masih bersamaku Ya Rahman....
untuk sekedar membawaku menuju tangga-tangga cobaan yang kian tinggi dalam menempuhnya satu persatu.
Walaupun hati ini tak selamanya memihak, ku tahu inlah tandanya Kau menguatkanku agarku lebih tabah. Aku tak ingin dosa ini terus berkesinambungan dan merajalela dalam sela hidupku, merapuhkan iman dan pilar keteguhan.
Bantulah hamba Mu Ya Rabb, untuk keluar dari hitamnya dosa. Walaupun ku tahu Kau hendak menguatkanku dengan segala nafsu dan cobaan yang harus kuhadapi. Namun apadaya kekuatanku belumlah cukup, sendi-sendi kesabaran belum terpatri kokoh dalam jiwa yang rapuh. Dan karena Ku tahu, aku adalah hambaMu yang masih berlumur dosa.
Astaghfiruka Ya Allah...
Astaghfiruka Ya Rahman...
Astaghfiruka Ya Rahim...
Astaghfiruka Ya Mujiba da'wati Saailiin....

This entry was posted on Senin, 01 Februari 2010 at 00.12 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 komentar

Posting Komentar